GHU۲OBAH
GHUROBAH
Ghurobah/Gh.U.R.O.Ba.H, Alhamdulillah telah resmi menjadi nama Angkatan PAI angkatan 2020. Nama ini dibuat sebagai simbol PAI 2020 berdasarkan pemikiran yang mesti mempunyai makna yang mencakupi keseluruhan aspek yang dibutuhkan guna mewujudkan cita-cita pendidikan yang islami yakni mencerdaskan kehidupan bangsa agar menjadi manusia yang bertaqwa dan berakhlakul karimah ( ajaran islam, pancasila sila 1, dan pembukaan UUD 1945 alinea ke 4).
Nama ini terinspirasi dari bahasa Arab " Al Ghurabā " yang maknanya orang terasing yang memperbaiki manusia ketika rusak, kemudian disesuaikan dengan era modern menjadi Gh.U.R.O.Ba.H yakni singkatan dari Generatian hype Universal Religious Ordinary Boost action and Hope yang maknanya generasi khusus yang memiliki sifat menyeluruh yang positif berdasarkan agama Islam yang diterapkan dimasyarakat dengan sederhana dan komprehensif agar mudah diterima serta memanfaatkan sebaik mungkin media digital di era 4.0 dan mengiringi semua usaha itu dengan do'a.
lebih lengkap, berikut penjelasan tentang ghurabah/ Gh.U.R.A.Ba.H
Ghurabah secara bahasa, dari Bahasa Arab berdasarkan hadist :
Orang yang berpegang teguh pada ajaran Islam yang murni, itulah yang selalu teranggap asing. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنَ سَنَّةَ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيباً ثُمَّ يَعُودُ غَرِيباً كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنِ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ
Dari ‘Abdurrahman bin Sannah. Ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabad, “Islam itu akan datang dalam keadaan asing dan kembali dalam keadaan asing seperti awalnya. Beruntunglah orang-orang yang asing.” Lalu ada yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai ghuroba’, lalu beliau menjawab, “(Ghuroba atau orang yang terasing adalah) mereka yang memperbaiki manusia ketika rusak.” (HR. Ahmad 4: 74. Berdasarkan jalur ini, hadits ini dho’if. Namun ada hadits semisal itu riwayat Ahmad 1: 184 dari Sa’ad bin Abi Waqqosh dengan sanad jayyid)
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ فَقِيلَ مَنِ الْغُرَبَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أُنَاسٌ صَالِحُونَ فِى أُنَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ
“Beruntunglah orang-orang yang terasing.” “Lalu siapa orang yang terasing wahai Rasulullah”, tanya sahabat. Jawab beliau, “Orang-orang yang shalih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yang jelek, lalu orang yang mendurhakainya lebih banyak daripada yang mentaatinya” (HR. Ahmad 2: 177. Hadits ini hasan lighoirihi, kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)
Jadi GHUROBAH itu orang yg bertaqwa dan senantiasa melakukan perbaikan ditengah ummat yang mengasingkannya atau kurang menerimanya secara dominan. Bukannya ini selayaknya uswah dan Qudwah kita Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wa sallam yg berjuang menegakka Islam ditengah kaum jahiliyah ?
Demikian, adalah problem yang akan terus ada dan Alhamdulillah Allah karuniai kita tempat menuntut ilmu yg tepat sehingga kita bisa mengintegrasi pengalaman pejuang dimasa lalu ke masa kita dengan pengetahuan modern. Maka kata GHUROBAH yg sejatinya orang terasing atau problem bisa menjadi solusi dengan menariknya kedalam makna filosofi modern dengan menjadikannya singkatan dari beberapa kata dalam padanan bahasa internasional ( english ) yang menggambarkan kondisi , sifat, pegangan/tolak ukur, keutamaan, media (era 4.0 ) yang kita miliki sebagai integritas dalam menghadapi masalah yg ada baik dari masa lalu, masa depan, dan dari segala arah di masa ini.
Gh.U.R.O.Ba.H
*(Gh)Generatian hype*, generasi yg sedang viral, disorot, unik, karena kita generasi pertama yang memasuki dunia kedewasaan di masa pandemi yg sifatnya universal atau menyeluruh.
*(U) Universal*, selain karena kondisi pandemi yg sifatnya universal, kata ini juga menunjukkan salah satu sifat mahasiswa yg insyaAllah telah kita ketahui ( Rasional, Analisis, Krisis, *Universal*, Sistematis ). Namun demikian kata Universal lah yg paling cocok karena makna universal berarti menyeluruh sehingga sudah mencakup sifat yg lainnya. Selain itu, juga menggambarkan sebagaimana muslim seharusnya yakni harus selalu berusaha memiliki hubungan yg baik secara menyeluruh. Baik hubungannya pada diri sendiri, orang lain, lingkungan, terutama baik hubungannya pada Allah azza wa jalla.
*(R) Religious*, berdasarkan pada agama Islam dan sejalan dengan sila pertama pancasila yakni Ketuhanan yg maha esa. Jadi kita sebagai generation hype dengan sifat universal mesti menjalankan segala konsekuensi kehidupan ini berdasarkan semangat religius kita yakni semangat Islam yang membawa ke jalan keselamatan dengan jalan yang terbaik ( Qur'an n sunnah dengan pemahan yang benar) yang insyaAllah hasilnya Rahmatan lil a'lamin.
*(O) Ordinary*, bisa berarti biasa, umum, sederhana, lumrah, jamak dst, maksudnya, meskipun kita kaum intelektual yang memiliki iman yang baik itu langka (ghurobah) , namun kita tetap tidak boleh melupakan bahwa kita ini tetaplah manusia sosial yang harus mampu bergaul dengan masyarakat pada umumnya dengan memperlihatkan sisi yg sederhana, sehingga mudah diterima dan mempermudah dalam melakukan perbaikan pada ummat.
*(B.a) Boost action*, ini mewakili era saat ini yakni era 4.0 atau era digitalisasi dimana percepatan mobilitas informasi dan komunikasi meningkat signifikan berkali-kali lipat dari era sebelumnya. Hal ini adalah media yg wajib kita manfaatkan sebagai washilah kita dalam memperbaiki diri dan ummat dengan sebaik mungkin.
*(H) Hope*, mewakili senjata terkuat kita umat Muslim yakni do'a.
Allahu a'lam wa Hadaanallah
*note:
"pada awalnya agak khawatir dengan kata ghurobah karena takutnya diplesetkan seperti gerobak, dll. tpi, setelah dipikir-pikir, sepertinya tidak akan terjadi demikian, karena insyaAllah kita berada di lingkungan intelektual yang harusnya sudah paham banyak hal apalagi kata Ghurobah yang harusnya tidak asing di kalangan ummat muslim apalagi muslim yg intelek. meskipun tetap ada yang memplesetkannya, kita hanya perlu husnudzan bahwa, mungkin mereka adalah orang awam dan kurang ilmunya, dan tugas kitalah yang memberitahu dan mencerdaskan ummat. Hadaanallah"
Komentar
Posting Komentar